Iman Nur Romadhoni1, Alfian Malik Kuswara2, Dani Bintang Priangga3, M. Ahsani Taqwim4

Departemen Konservasi, Organisasi Pecinta Alam Ganendra Giri, Politeknik Negeri Malang

Email : dhoniiman@gmail.com, alfianmalik85@gmail.com, danybintangpriangga@gmail.com, akhsani.mohammad@gmail.com 


ABSTRACT

Lembah Kera is known as the main destination for rock climbing enthusiasts in the Greater Malang Region. In addition to having stunning cliff beauty, Lembah Kera also has a forest that is classified as often used as a place of education for new members of nature lover organizations. The purpose of the study was to determine the diversity and abundance of bird species in the Lembah Kera area. This research was carried out for 4 days on July 25-28 2022, by making direct observations to the forest around the Lembah Kera, using the Point count method. The analysis used is the species abundance index and the species diversity index. The number of individuals observed was 120 individuals, 21 species and 19 families. The composition of the most abundant guild is a group of insectivorous which is 42.8%. Based on the IUCN status in the Lembah Kera, there are 16 bird species with Least Concern status, 2 bird species with Near Threatened status, and 3 bird species with Vulnerable status. Based on Government Regulation No.7 of 1999. There are four species of birds included into the category which are protected.

Keyword: Lembah Kera, bird, diversity, abundance, composition guild

ABSTRAK

Lembah Kera dikenal sebagai tujuan utama para penggemar panjat tebing di Wilayah Malang Raya. Selain mempunyai keindahan tebing yang memukau, Lembah kera juga mempunyai hutan yang tergolong sering dijadikan tempat Pendidikan bagi para anggota baru organisasi pecinta alam. Tujuan penelitian adalah mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung yang ada di wilayah Lembah Kera. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 25-28 Juli 2022, dengan melakukan pengamatan langsung ke Hutan sekitar lembah kera, menggunakan metode Point countI. Analisis yang digunakan yaitu indeks kelimpahan jenis dan indeks keanekaragaman jenis. Jumlah Individu yang teramati sebanyak 120 individu 21 jenis dan 14 famili. Komposisi Guild yang paling banyak ditemukan adalah kelompok pemakan serangga sebesar 42,8 %. Berdasarkan status IUCN di lembah kera terdapat 16 jenis burung dengan status Least Concern, 2 jenis burung dengan status Near threatened, dan 3 jenis burung dalam status Vulnerable. Berdasarkan PP No 7 tahun 1999, terdapat 4 jenis burung yang termasuk kedalam kategori dilindungi

Kata Kunci : Lembah Kera, burung, Keanekaragaman, Kelimpahan, Komposisi guild


PENDAHULUAN

Burung adalah organisme paling dikenal antara keanekaragan hayati bumi. Meskipun demikian, kuantitas pengetahuan tentang jenis serta kawasannya masih kurang lengkap. Kekurangan ini merupakan suatu tantangan dalam kegiatan konservasi burung (Bibby, 2000).

Analisis komponen biotik terutama burung di dalam ekosistem penting dilakukan agar diketahui respons biologi terhadap perubahan lingkungan akibat adanya degradasi kualitas lingkungan. Mangguran (1983) mengatakan bahwa analisis struktur komunitas dapat memberikan gambaran komposisi atau keanekaragaman suatu komunitas, sehingga dapat diperkirakan keadaan komunitas tersebut.

Lembah Kera dikenal sebagai tujuan utama para penggemar panjat tebing di Wilayah Malang Raya. Selain mempunyai keindahan tebing yang memukau, Lembah kera juga mempunyai hutan yang tergolong sering dijadikan tempat Pendidikan bagi para anggota baru organisasi pecinta alam.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian mengenai keanekaragaman jenis burung di lembah kera dilakukan pada saat puncak aktivitas burung pada pagi hari dan sore hari. Hali ini bertujuan mengurangi bias dan mendapatkan presisi yang tepat. Setiap titik point count dilakukan pengamtan selama 3 (tiga) jam, pagi hari sekitar pukul 07:00 - 10:00 WIB dan sore hari sekitar 14:00 - 17:00 WIB.

Kegiatan identifikasi dilakukan di lapangan berdasarkan ciri morfologinya meliputi bentuk, ukuran rubuh, warna bulu dan suara burung. Selain itu idetifikasi dilakukan dengan buku identifikasi Mackinnon serta dokumentasi foto.

Alat Penelitian

Alat dan Bahan yang digunakan berupa Alat tulis, teropong binokuler Cannon Poweviw 8x40 mm & Nikon Action EX 8x40 CF, Kamera mirrorless cannon, Lensa Cannon 250mm, dan Buku Mackinnon et al (2010).

Cara Kerja

a. Pra Kegiatan

Pra kegiatan berisi survey dan persiapan alat-alat dan bahan yang nantinya akan dibawa penelitian. Survey dilakukan seminggu sebelum kegiatan pada tanggal 18-23 Juli 2022. Survey dilakukan untuk mengenali daerah atau Kawasan yang akan diteliti. Mengenali kondisi geografis, mengenali vegetasi serta mencari potensi yang ada di Kawasan penelitian yang dapat menjadi sebuah pertimbangan untuk menentukan posisi sampling. Titik Pointcount ditentukan berdasarkan tempat yang sekiranya memiliki visibilitas yang bagus untuk pengamatan burung.

b. Pengambilan Data Burung

Pengamatan dilakukan menggunakan Pointcount yang diletakan sesuai dengan luas Kawasan Lembah kera. Data burung didapat dengan membagi kawasan Lembah Kera menjadi titik-titik dengan radius 25 meter mengikuti Hutto et al (1986). Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan mencatat titik Pointcount menggunakan aplikasi Locus Map.

Hasil Dan Pembahasan

a. Jenis dan Jumlah Burung yang teramati di Lembah Kera

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 25-29 Juli ditemukan 21 jenis burung di hutan sekitar Lembah Kera. Burung tersebut memanfaatkan vegetasi yang berada di Kawasan lembah kera untuk tempat tinggal dan tempat mencari makan. Dari 21 jenis burung yang ditemukan tarmasuk dalam 14 famili. famili dengan jenis paling banyak ditemukan adalah Cuculidae dan famili dengan jumlah individu paling banyak yaitu Pycnonotidae.

Cuculidae merupakan famili burung dari ordo Cuculiformes yang tersebar di Dunia Lama dan Australasia. Beberapa macam Cuculidae dikenal akan perilaku Brood-Parasit Nya.

Pycnonotidae adalah famili burung pengicau dari ordo Passeriformes yang tersebar di Afrika dan Asia Tropis. Burung-burung ini kebanyakan memiliki suara kicau yang merdu dan beraneka ragam. Famili ini kerap kali menjadi actor utama ributnya hutan terutama pagi hari dan sore hari. 

Jenis paling banyak ditemukan di lembah kera yaitu Pynonotus aurigaster, Collocalia linci, dan Cinnyris jugularis. Ketiga jenis tersebut paling banyak ditemui karena di lembah kera dialiri sungai dan juga banyak ditumbuhi semak dan rerumputan. Rerumputan yang di jadikan tempat berkembang biak serangga bagaikan lumbung pangan bagi P. aurigaster dan C. Linchi. Sedangkan C. jagularis sering ditemukan di pohon pohon berbunga untuk mengambil nektarnya.

b. Kelimpahan jenis burung di Lembah kera

Kelimpahan individu jenis burung memiliki keterkaitan erat dengan dominansi jenis burung. Jenis burung dengan kelimpahan tinggi pada Lembah Kera merupakan jenis burung yang dominan dan sebaliknya. Kelimpahan mebandingkan jumlah individu suatu jenis dengan jumlah individu seluruh jenis.

Nama LatinNama LokalDi (%)
P. aurigaster Kutilang25,00
C. linchiWalen linchi24,17
C. jugularis Sriganti14,17
P. flammeusSepah hutan6,67
L. leucogastroidesBondol Jawa5,00
Tabel 1. Jenis Burung Dominan dengan Nilai Kelimpahan jenis > 5% di Lembah Kera

Kelimpahan jenis burung di lembah kera diperoleh berdasarkan indeks kelimpahan jenis (Di) maka dominasi burung di lembah kera semakin besar. Berdasarkan klasifikasi dominasi kelimpahan, burung yang tercatat dapat dibagi ke dalam tiga kelompok : Menurut Helvolt (1981) jenis burung yang dominan memiliki (Di > 5%). pada lembah kera terdapat lima burung yang dominan (Tabel 1.), antara Lain Kutilang (Pynonotus aurigaster), Walet linchi (Collocalia linchi), Sriganti (Cynnyris Jugularis), Sepah hutan (Pericrocotus flammeus), Bondol Jawa (Lochura leucagastroides). 

Jenis burung yang cukup dominan (Di 2 -5%) pada Lembah Kera terdiri dari 3 jenis, antara lain Prenjak Jawa (Prima familiaris), Wiwik Kelabu (Cocomantis merulinus), dan Bubut Besar (Centropus sinensis).

Nama LatinNama LokalDi (%)
P. familiarisPrenjak Jawa4,17
C. merulinusWiwik Kelabu3,33
C. sinensis Bubut Besar2,50
Tabel 2. Jenis Burung Cukup Dominan dengan Nilai kelimpahan jenis 2 – 5% di Lembah Kera

Burung yang termasuk jenis kurang dominan adalah burng yang memiliki kelimpahan relative yang kurang dari 2% (Di < 2%). Ini berarti terdapat 13 jenis burung di Lembah kera yang termasuk jenis burung yang populasinya kurang dominan. Kurang dominannya ke 13 jenis burung tersebut ungkin karena burung tersebut membutuhkan adaptasi khusus terhadap wilayah Lembah Kera.

c.  Indeks Keanekaragaman, Kemerataan

Tingkat keanekaragaman jenis di suatu daerah dapat diketahui dengan menggunakan indeks Shannon Wiener, dimana semakin besar nilai Indeks aka semakin beraneka pula jenis burung dan jumlah indicidunya semakin merata yang terdapat di daerah tersebut.

Dari Penelitian yang telah dilakukan pada Lembah Kera, didapatkan nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,29. Menurut Mangguran (1998) nilai indeks keanekaragaman burung berkisar H’ 1,5 – 3,5 maka dikategorikan keanekaragaman jenis sedang.

Di Lembah kera untuk Nilai kemerataan didapat sebesar 0,75. Tingkat kemerataan suatu jenis dapat diketahui dengan menggunakan indeks kemerataan (Index of Evennes), dimana semakin besar nilai indeks maka persebaran jenis burung semakin merata. 

Dari hasil Indeks Keanekaragaman dan Kemerataan bisa dikatakan bahwa walau keanekaragamannya sedang namun memiliki indeks kemerataan yang tinggi. Hal ini mungkin berkaitan dengan masih asrinya hutan sekitar Lembah Kera dan beragamnya vegetasinya.

d. Pengelompokan berdasarkan Feeding Guild

Dua puluh satu jenis burung yang ditemukan di Lembah kera, berdarkan jenis makannya I, F, G, N, C (Feeding Guild) berdasarkan MacKinnon (2010). Jumlah jenis burung yang didapat berdasarkan feeding guild selengkapnya pada Gambar 1. Burungpemakan serangga (Insektivora) merupakan kelompok yang di temukan paling besar (57%). Dengan di temukannya burung pemakan serangga paling banyak maka Lembah Kera menyediakan banyak tempat tinggal untuk serangga sehingga banyak burung pemakan serangga yang hadir di Lembah Kera.


Grafik 1. Jumlah Jenis Terhadap Feeding Guild

e. Status Perlindungan/Perundang-Undangan Burung di Lembah Kera

Berdasarkan Status Konservasi menurut PP nomor 7 tahun 1999 terdapat 4 jenis burung yang dilindung. Burung yang dilindungi yaitu Sriganti (Cinnyris jugularis), Alap-alap Macan (Falco Severus), Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris), Cekakak Sungai (Todiramphus chloris).

Berdasarkan Status Konservasi IUCN terdapat 16 burung dengan status Least Concern atau beresiko rendah. 2 jenis burung dengan status Near Treatened atau hampir terancam didalamnya terdapat Prinia familiaris atau prenjak jawa dan Zasterops flavus atau Kacamata jawa dan 3 jenis dalam status Vulnerable atau rentan di dalamnya terdapat Bubut Jawa (Centropus nigrorufus), Celepuk Jawa (Otus angelinae), dan Alap Alap Macan.

KESIMPULAN

Lembah Kera sebagai destinasi utama pegiat alam memiliki indeks keanekaragaman burung dengan kategori sedang dan kemerataan dengan kategori merata. Berdasarkan feeding guild-nya burung pemakan serangga adalah yang paling mendominasi. Jenis burung yang umum di jumpai di Lembah Kera adalah Kutilang (Pynonotus aurigaster), Walet linchi (Collacalia linchi), dan Sriganti (Cinnyris jugularis).

DAFTAR PUSTAKA

Bimo Ghifari, Mochammad Hadi, dan Udi Tarwotjo. 2016. Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung pada taman kota Semarang Jawa Tengah.
Mackinnon, J., B. Phillipiskanc, dan B. vanBalen. 2010. Burung-burung di sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
Pastasasmita R. 2009. Komunitas Burung Pemakan Buah di Panaruban, Subang: Ekologi Makan dan Penyebaran Biji Tumbuhan Semak.

DOKUMENTASI