Sabtu (19/03/2022) pukul 16.30 WIB, OPA Ganendra Giri mengirim delegasi perwakilan anggota dari Divisi Gunung Rimba yang terdiri dari Dzikri Ramadhan, Hayu Hanifa Prasetyo, Hanif Dzulqarnain, Farah Asriyah Martha, dan Angelita Syawalina Prameswari untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Bumi Bungkarno Orienteering Competition 1” yang diselenggarakan oleh FONI Kota Blitar. Sekilas mengenai orienteering yaitu sebuah olahraga yang dimana peserta harus mengunjungi sejumlah lokasi yang ditandai di lapangan dengan menggunakan alat peta dan kompas dengan waktu secepat mungkin. Kami berangkat dari sekretariat menuju lokasi perlombaan yang terletak di Desa Karang Rejo, Kec. Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Perjalanan ini ditempuh menggunakan kendaraan sepeda motor dengan jarak sekitar 72 km dari titik awal keberangkatan yaitu Politeknik Negeri Malang. Kondisi cuaca yang saat itu mendung hingga hujan lebat mengiringi perjalanan kami. Saat hari mulai petang dan adzan magrhib berkumandang kami memutuskan berhenti di masjid untuk melaksanakan ibadah sembari menunggu hujan reda. Saat hujan mulai reda kami melanjutkan perjalanan menuju Balai Desa Karang Rejo. Pukul 19.40 WIB kami sampai di balai desa dan langsung melakukan regristasi ulang untuk pendataan serta syarat mendapatkan nomor lomba.

Setelah merampungkan regristasi ulang, kami diarahkan untuk mengikuti technical meeting, disana kami bertemu salah seorang anggota Divisi Gunung Rimba angkatan 28 yang akrab disapa Mbak Pantera. Pada technical meeting disampaikan jika kegiatan BBOC 1 ini menggunakan sistem  cross country dimana peserta harus mengunjungi seluruh point yang sudah ditetapkan secara berurutan dengan memilih secara bebas rute yang ingin dilalui dengan cepat dan tepat. Alat yang digunakan untuk orienteering ini sudah berbasis elektronik. Perlombaan kali ini ini dimulai dari titik start kemudian berlari sesuai dengan rute yang terdapat pada peta untuk menuju ke setiap point kontrol secara berurutan, disetiap rutenya ditandai dengan bendera yang tertera kode kontrol. Setelah pemaparan technical meeting kami diberi alat untuk check point berbasis elektronik. Sekitar pukul 23.30 WIB setelah makan malam kami semua istirahat untuk mempersiapkan hari esok.

Minggu (20/3/2022) pukul 04.30 WIB kami terbangun mendengar kumandang adzan subuh yang sumber suaranya berasal dari masjid samping balai desa. Kami melaksanakan ibadah dan mempersiapkan diri sebelum menuju lokasi perlombaan. Sekitar pukul 06.30 WIB kami diarahkan untuk menuju lokasi perlombaan menggunaan truk yang disediakan oleh panitia. Sesampainya disana kami melakukan pemanasan sebelum berlari dengan jarak 6.8 km untuk kategori umum putra dan 6.2 km untuk kategori umum putri. Alur perlombaannya dengan memanggil peserta dua orang terlebih dahulu untuk berdiri dibelakang garis start dan diarahkan untuk memahami peta buta yang disediakan sebelum mengambil peta yang sebenarnya dan berlari ketika sudah terdengar aba-aba. Kemudian diikuti oleh peserta berikutnya dengan jarak waktu antar peserta satu menit. Alat untuk check point ditancapkan pada setiap titik kontrol hingga lampu indikator menyala, dimulai dari titik start hingga pada titik kontrol berikutnya. Dalam alat tersebut akan terekam waktu perjalanan yang ditempuh antar titik. Cuaca di siang hari saat itu cerah dan terik karena lokasi perlombaan berada di kaki Gunung Kelud dengan medan yang dilalui beragam mulai dari pemukiman warga, perkebunan nanas, hutan karet, sungai, ladang, hingga rawa-rawa.

Perlombaan berakhir saat semua peserta sudah mencapai garis finish, ditutup dengan pengumuman pemenang dan foto bersama. Biarpun kami pulang hanya membawa cerita bukan juara, hal itu memotivasi kami untuk mengusahakan agar kedepannya menjadi lebih baik. Selain pengalaman, kami mendapatkan banyak ilmu. Mengingat ilmu tidak hanya didapatkan di ruang kelas saja, karena setiap dari pengalaman terselip sebuah pembelajaran.

Ale Gunung Rimba.


AVIG NAM ASTU

VIVA GANENDRA GIRI